Matematika menjadi menyenangkan dengan alat peraga

“Matematika merupakan pelajaran yang abstrak, sedangkan fase berfikir anak usia SD masih pada tahap berpikir konkret. Alat peraga adalah sebuah media konkret yang sangat membantu dan mempermudah pemahaman anak” demikian Agustin (Tintin) selaku kepala MagicMathic’s School.

Ternyata matematika sangat menarik jika disampaikan dengan alat peraga. Khusus untuk guru MagicMathic’s, dari acara ini saya selaku orang tua menjadi semakin percaya dengan kemampuan dan kreativitas para guru untuk mendampingi anak saya” dengan antusias Budi (orang tua siswa –red–) menambahkan.

Banyak lembaga kursus matematika yang mengandalkan kecepatan berhitung semata, makin cepat makin hebat anak dimata masyarakat. Ternyata bukan hanya sekedar kecepatan berhitung yang dibutuhkan tetapi penanaman konsep cara belajar matematika yang benar. Ini satu fenomena menarik di dunia pendidikan non formal, kiranya patut dicoba untuk buah hati kita.

Selain membekali materi matematis, Sugiarto (Dosen Matematika Unnes –red–) selaku instruktur MagicMathic’s juga memberikan bekal untuk para guru tentang sistem pembelajaran. “Hakekatnya untuk mencapai tujuan pembelajaran harus ada materi yang diajarkan, metode, media dan evaluasi. Salah satu komponen ini tidak ada, maka kita tidak bisa mencapai tujuan pembelajaran. Jadi media (alat peraga –red–) matematika sangat penting.

Kepiawaian Sugiarto selama tiga setengah jam menyampaikan materi matematika dengan cara yang sangat menyenangkan, dia banyak melibatkan anak-anak dan guru sebagai subjek pendidikan. Anak MagicMathic’s dengan antusias dan tanpa bosan menjawab pertanyaan-pertanyaan Sugiarto. Bahkan saat Jessica (Kls 6 SD YSKI) ditanya mau diteruskan lagi? Dengan semangat dia jawab mau. Inilah matematika yang sebenarnya, anak-anak diajak menemukan sendiri rumus-rumus matematika, guru hanya sebagai fasilitator namun guru harus piawai memancing dengan pertanyaan-pertanyaan konsep yang membawa anak menemukan kesimpulannya.

Dengan mengambil alat peraga balok transparan yang berisi balok satuan, sugiarto mulai mencecar siswa dan guru dengan serentetan pertanyaan yang akhirnya anak-anak dapat menyimpulkan dan memahami rumus volume balok, panjang x lebar x tinggi. Masih dengan gayanya yang humoris sambil memegang alat peraga balok, dia menggiring peserta untuk menemukan rumus prisma segitiga. Hebat, semua dilakukan dengan bermain tanpa ada paksaan. Anak menarik kesimpulan sendiri. (adopted from www.tutorialmagicmathics.com)

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: