OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT PERAGA DALAM PROSES PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM KELAS I PADA SEKOLAH DASAR

Disusun oleh : Ramdlon, S.Ag. Kepala SD Negeri Pangkah 04

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah Untuk mendapatkan hasil belajar yang optimal banyak dipengaruhi oleh beberapa komponen belajar mengajar antara lain : Bagaimana cara mengorganisasikan materi, metode yang diterapkan, interaksi guru dan siswa media atau alat peraga yang dipergunakan dan sebagainya.

Dari beberapa komponen belajar mengajar tersebut di atas tentunya tidak boleh ada salah satu komponen yang diabaikan, sebagai contoh penggunaan alat peraga, sebab alat peraga mempunyai peranan dan fungsi yang sangat penting, yaitu sebagai alat bantu untuk memperjelas suatu konsep, ide atau pengertian tertentu sehingga siswa tidak akan memiliki pemahaman yang besifat verbalisme ( Rustiyah 1986 : 61 ) Proses belajar mengajar dengan menggunakan alat peraga yang sesuai akan lebih berhasil dari pada tidak menggunkan alat peraga ( Subarjo dkk. 1989 : 273 ).

Pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada tingkat Sekolah dasar bertujuan agar siswa memahami pengertian-pengertian dasar IPA dan saling berkaitan dengan kehidupan seharihari, serta memahami lingkungan alam, sehingga dengan melihat tujuan pengajaran IPA pada tingkat SD maka didalam menyampaikan materi IPA kepada siswa tentunya berbeda dengan materi pelajaran yang lain, misalnya : IPS, Matematika, Bahasa Indonesia atau lainnya, terutama didalam menggunakan media atau alat peraga.

Untuk melatih ketrampilan anak agar dapat berfikir secara kreatif dan inovatif melalui IPA merupakan latihan awal bagi anak untuk berfikir kritis dalam mengembangkan daya cipta dan minat siswa secara dini kepada alam sekitarnya.

Pentinganya peningkatan pengajaran IPA di amanatkan dam TAP MPR No.II/MPR/1998 tentang GBHN yang menyatakan antara lain bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan khususnya untuk memacu penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu lebih disempurnakan dan ditingkatkan pengajaran IPA.

dengan hal tersebut di atas jelas bahwa pengajaran IPA mendapat perhatian besar untuk semua jenjang pendidikan, khususnya pada tingkat Sekolah Dasar yang menjadi landasan begi pendidikan selanjutnya.

Keberhasilan pengajaran IPA ditentukan olh beberapa hal antara lain, kemampuan siswa dan kemampuan guru itu sendiri di dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang bermakna sesuai dengan tujuan pengajaran IPA yang terdapat dalam kurikulum. 1. Rumusan Masalah Guru sebagai faktor utama keberhasilan pengajaran dituntut kemampuannya untuk dapat menyampaikan bahan pelajaran kepada siswa dengan baik, untuk itu guru perlu mendapatkan pengetahuan tentang bahan pelajaran serta cara menggunakan alat peraga yang dapat digunakan dalam mengajarkan bahan pelajaran secara tepat. Walaupun guru sudah mendapat pengetahuan tentang bahan pelajaran, kelengkapan alat peraga yang memadai akan tetapi dalam penggunaannya belum bisa secara optimal, sehingga hasilnya pun belum sesuai dengan apa yang diharapkan kita bersama. Hal ini keterbatasan waktu, biaya dan tenaga ditambah lagi dengan keengganan guru dalam menggunakan alat peraga.

Berdasarkan permasalahan tersebut di atas, maka masalah yang diteliti dan dikembangkan adalah :

1. Bagaimana cara menyiapkan alat peraga ?

2. Bagaimana cara menggunakan alat peraga IPA secara optimal ?

3. Bagaimana cara untuk menghilangkan keengganan guru dalam menggunakan alat peraga ?

1. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Peneliatian 1. Untuk mengetahui seorang guru dalam menyiapkan alat peraga yang akan digunakan. 2. Untuk mengetahui cara menggunakan alat peraga IPA. 3. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penggunaan alat peraga IPA secara optimal terhadap keberhasilan prestasi belajar mata pelajaran IPA. 1. Manfaat Penelitian 1. Bagi guru untuk mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan alat peraga IPA secara optimal. 2. Bagi siswa untuk mendapatkan pemahaman secara kongkrit. 3. Bagi peneliti, dapat mengembangkan dan menggunakan alat peraga IPA secara optimal. 4. Bagi sekolah hasil penelitian tindakan kelas dapat dijadikan masukan untuk perbaikan-perbaikan pendidikan di masa mendatang. LANDASAN PEMIKIRAN Pada Bab II ini penulis akan menguraikan masalah-masalah yang berkaitan dengan kajian teori yaitu : Pengertian peraga IPA, manfaat alat peraga, macam-macam alat peraga IPA, kemudian baru menjelaskan tentang kerangka kerangka berfikir dan pengajuan hipotesis tindakan. A. Pengertian Alat Peraga IPA Sebelum penulis menguraikan pengertian tentang alat peraga IPA lebih dahulu akan diuraikan pengertian alat peraga secara umum. 1. Pengertian alat peraga 1. Alat peraga ialah alat bantu untuk mendidik atau mengajar supaya apa yang diajarkan mudah dimengerti anak didik (KBBI 1988 : 21) 2. Alat peraga ialah alat yang digunakan untuk memberi bentuk atau rupa tentang suatu pengertian agar pengertian itu mudah ditangkap dan dipahami (Bagian Proyek Pendidikan Pancasila 1993 : 59) 3. Alat peraga atau Media Pengajaran diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar ( muhammad Ali 1992 : 89) 4. Alat peraga atau Media Pendidikan dalah alat metode dan teknik yang digunakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi educatif antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah (Rustiyah 1986 : 61) Dari beberapa pengertian tentang alat peraga, maka penulis dapat mengambil suatu kesimpulan bahwa alat peraga ialah suatu alat yang digunakan untuk membantu dalam mendidik atau mengajar, sehingga materi yang diajarkan mudah dimengerti dan dipahami oleh anak didik secara efektif. 1. Pengertian alat peraga IPA Alat peraga IPA yaitu suatu alat yang digunakan untuk membantu dalam mengajar khusus mata pelajaran IPA sehingga apa yang diajarkan mudah dimengerti dan dipahami oleh anak didik. B. Manfaat Alat Peraga Menurut Roestiyah dalam bukunya Masalah-masalah ilmu keguruan mengemukakan bahwa manfaat alat peraga antara lain : 1. Memperbesar atau meningkatkan perhatian siswa. 2. Mencegah verbalisme 3. Memberikan pengalaman yang nyata dan langsung. 4. Membantu menumbuhkan pemikiranyang teratur dan sistematis. 5. Mengembangkan sikap eksploratif. 6. dapat berorientasi langsung dengan lingkungan dan dapat memberi kesatuan (kesamaan) dalam pengamatan. 7. Membangkitkan motivasi kegiatan belajar dan memberikan pengalaman yang menyeluruh (Roestiyah 1986 : 64) Menurut S. Nasution dalam bukunya Didaktik Asas-asas Mengajar mengemukakan bahwa manfaat alat peraga adalah sebagai berikut : 1. Menambah kegiatan belajar siswa. 2. Menghemat waktu belajar. 3. Menyebabkan agar hasil belajar lebih permanen dan mantap 4. Membantu anak-anak yang ketinggalan dalam pelajarannya 5. Memberikan alasan yang wajar untuk belajar karena membangkitkan minat perhatian (motivasi) dan aktivitas pada siswa. 6. Memberikan pemahaman yang lebih tepat dan jelas ( S.Nasution 1986 : 100) C. Macam-macam Alat Peraga IPA 1. Anatomi tubuh / kerangka tubuh manusia 2. Mikroskop kecil 3. Termometer, anemometer, dinamometer 4. barometer 5. Laboratorium mini 6. Buku Paket lengkap 7. Macam gelas ukuran 8. Macam timbangan 9. Alat-alat elektro, solder, multi test. 10. Petunjuk dasar praktek elektronika 11. macam-,acam magnet 12 dll. Dengan memahami pengertian alat peraga, manfaat alat peraga dan macam-macam alat peraga, khususnya yang berkaitan dengan mata pelajaran IPA dirasa sangat penting dalam proses belajar mengajar, oleh karena itu seorang guru haruslah : 1. Mengerti secara mendalam tentang fungsi alat peraga 2. Menguasai penggunaan alat peraga secara tepat dalam interaksi belajar mengajar 3. Dapat membuat alat peraga secara murah dan sederhana 4. Dapat memilih alat peraga yang tepat, sesuai dengan tujuan dan pelajaran yang diajarkan 5. dapat memelihara/mengelola alat peraga dan menilai baik buruknya 6. Dapat mengembangkan alat peraga Berdasarkan kerangka teoritik maka dapat dirumuskan sebuah hipotesa yaitu : “Dengan menggunakan alat peraga IPA secara optimal, akan berpengarush terhadap keberhasilan prestasi belajar mata pelajaran IPA”.

DAFTAR PUSTAKA Roetiyah, 1986, Masalah-masalah Ilmu Keguruan, Jakarta, Bina Aksara Nasution, S. 1986, Didaktik Asas-Asas Mengajar, Bandung, Jemars. Ali, Muhammad, 1992, Guru Dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung, Sinar Baru

Ditulis ulang oleh : Balchi, S.Pd.

Sumber : sdnpangkah4.blogspot

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: